Petang itu, Aku terburu-buru turun dari angkutan umum. Sabtu sore itu aku memutuskan pulang ke rumah setelah beberapa hari berada di kota orang, rasanya melegakan bisa kembali bertemu dengan mama. Aku menunggu Sebuah bis berwarna biru di Stasiun. 5 menit, sepuluh menit, 20 menit, setengah jam berlalu. Akhirnya, Bis tiba. Badanku benar-benar payah, aku sangat lelah, tidur di dalam bis adalah pilihan tepat untuk saat ini. Setibanya di Sebuah jalan yang terkenal akan perumahan elit, sekitar kurang lebih 35 menit perjalanan. Bis biru ini tiba-tiba mogok. Semua penumpang akhirnya turun sembari menunggu Bis berikutnya datang. Aku menatap sekeliling, posisiku tepat didepan supir dan kenek yang sedang memperbaiki ban bis belakang. Aku merasa seseorang memerhatikanku sejak lama, bahkan sejak saat aku menunggu bis di stasiun tadi. Aku merasakan langkah seseorang berjalan menghampiriku. Aku sangat yakin seeseorang itu mendekat padaku, aku bisa melihatnya dari sudut mataku. “Assalamua...
Komentar
Posting Komentar